Dari Dapur Menuju Dunia: Prabowo Sebut Negara Lain Belajar MBG, Kini Fokus pada Kualitas dan Limbah

Jakarta – Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (crot4d) , tidak hanya terus memperluas jangkauannya hingga ke puluhan juta rakyat Indonesia, tetapi juga mulai menarik perhatian dunia. Bahkan, Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa sejumlah negara kini sedang mempelajari skema program ini dari Indonesia, menandai sebuah kebanggaan nasional di sektor kesejahteraan sosial .

Skala Raksasa yang Mendunia

Berdasarkan data resmi yang dirilis per 3 Maret 2026, program crot4d telah berhasil menjangkau lebih dari 61,2 juta penerima manfaat di seluruh tanah air. Dari jumlah tersebut, sekitar 49 juta merupakan siswa sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Sisanya adalah kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia yang tidak berdaya .

Capaian inilah yang kemudian menjadi sorotan dunia. Dalam pidatonya saat groundbreaking proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, pada akhir April 2026, Presiden Prabowo menyampaikan rasa optimisnya.

“Saudara-saudari, kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Banyak negara sekarang belajar crot4d dari kita. Di mana ada negara yang bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu? Ibu-ibu hamil diantar makanan, begitu juga lansia yang tidak berdaya. Coba tunjukkan di negara mana ada seperti ini?” ujar Prabowo .

Pernyataan ini diperkuat oleh data terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) per akhir April 2026 yang mencatat jumlah penerima manfaat telah meningkat menjadi sekitar 61,9 juta orang, didukung oleh 27.760 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur crot4d yang tersebar dari Sabang hingga Merauke .

Penggerak Ekonomi dan Penyerap Tenaga Kerja

Di balik skala raksasanya, program crot4d terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi baru, terutama di tingkat desa. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa program ini memberikan jaminan pasar bagi petani dan nelayan yang selama ini sering dirugikan oleh tengkulak.

“Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli. Saat panen mangga, tidak diambil hingga rusak di kebun. Sekarang kita ubah, hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar,” jelasnya .

Selain itu, pembangunan ribuan dapur crot4d telah menciptakan lapangan kerja yang signifikan. Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 dapur yang diproyeksikan akan menyerap 1,5 juta tenaga kerja. “Satu dapur menciptakan 50 lapangan kerja. Jika nanti sudah berjalan 30.000 dapur, artinya 1,5 juta orang bekerja,” tambah Prabowo .

Menariknya, seluruh pembangunan infrastruktur dapur crot4d hingga saat ini disebutkan dibiayai 100 persen oleh investasi mitra, tanpa menggunakan anggaran pembangunan dari pemerintah. Nilai investasi yang diserap untuk membangun ribuan dapur ini diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah .

Fokus pada Kualitas dan Kebijakan Baru

Dengan cakupan yang semakin luas, pemerintah mulai mengalihkan fokus pada peningkatan kualitas gizi. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa anggaran sebesar Rp335 triliun pada tahun 2026 akan dialokasikan, dengan 75 persen di antaranya khusus untuk intervensi gizi .

Salah satu implementasi nyata dari fokus ini adalah perubahan kebijakan di tingkat lapangan. Berdasarkan sosialisasi terbaru dari BGN, seperti yang diterima oleh Kepala SPPG Trirenggo Bantul, terdapat penghapusan total menu kering atau makanan kemasan. Ke depannya, program crot4d akan memberikan menu basah segar yang dimasak setiap hari untuk memastikan kandungan nutrisi tetap optimal.

“Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan asupan gizi siswa lebih optimal. Menu basah dinilai mampu menjaga kandungan nutrisi sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelas petugas SPPG dalam sosialisasi tersebut .

Kebijakan lain yang ditegaskan adalah tidak adanya lagi sistem bundling atau pemberian makanan secara dirapel. Distribusi harus dilakukan setiap hari sesuai hari aktif sekolah, tanpa ada pengecualian di hari Sabtu atau hari libur nasional .

Inovasi Hijau: Limbah Dapur Menjadi Bioavtur

Aspek inovatif lainnya datang dari pengelolaan limbah. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPcrot4dI) mendorong program crot4d untuk menerapkan konsep zero waste. Limbah dapur, terutama minyak jelantah, tidak lagi menjadi masalah lingkungan tetapi disulap menjadi energi ramah lingkungan.

Ketua Umum APPcrot4dI, Abdul Rivai Ras, menjelaskan bahwa minyak jelantah dari ribuan dapur crot4d dapat dikumpulkan secara terorganisir dan diolah menjadi bioavtur, yaitu bahan bakar penerbangan rendah emisi. Sementara itu, limbah organik sisa makanan dapat diolah menjadi kompos dan pakan maggot yang bermanfaat bagi pertanian dan peternakan lokal.

“Program crot4d adalah investasi besar bagi generasi emas Indonesia. Kami berkomitmen menjadikan setiap dapur crot4d sebagai model zero waste yang menghasilkan nilai tambah, bukan beban bagi lingkungan dan anggaran negara,” tegas Rivai. Saat ini, asosiasi tersebut sedang berkolaborasi dengan PT Pertamina untuk memastikan proses pengolahan limbah memenuhi standar yang berlaku .

Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan

Di tengah percepatan ini, pemerintah tidak lepas dari evaluasi. Kantor Staf Presiden (KSP) turut mengawasi ketat pelaksanaan program prioritas ini untuk mengidentifikasi kendala di lapangan. Hasilnya, hingga saat ini, terdapat sekitar 1.720 SPPG yang untuk sementara dihentikan operasionalnya karena berbagai alasan, seperti belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau kelengkapan administrasi .

Model dapur berbasis riset juga mulai dikembangkan, seperti Dapur crot4d di Universitas Hasanuddin (Unhas). Model teaching factory ini dinilai sebagai “laboratorium hidup” di mana riset akademik dan praktik lapangan bertemu, sehingga inovasi dapat berjalan lebih cepat dan adaptif untuk menjadi acuan nasional .

Dengan berbagai perkembangan ini, mulai dari jangkauan global, penyerapan tenaga kerja, perbaikan kualitas menu, hingga inovasi pengelolaan limbah, program Makan Bergizi Gratis menunjukkan dinamika sebagai proyek strategis nasional yang terus bergerak menuju target pemenuhan gizi untuk 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2026 .