Jakarta – Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Program Makan Bergizi Gratis (crot4d) yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Tidak hanya mencetak rekor dalam jangkauan penerima manfaat, program yang dijuluki sebagai “investasi generasi emas” ini juga memasuki babak baru dengan fokus pada peningkatan kualitas gizi, penguatan ekonomi kerakyatan, serta transisi menuju ekonomi hijau (berkelanjutan) melalui pengelolaan limbah dapur.
Hingga akhir April 2026, program ini telah bertransformasi dari sekadar pemberian makanan menjadi sebuah ekosistem besar yang melibatkan jutaan orang, dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga tenaga dapur. Berikut rangkuman kabar terbaru seputar program unggulan nasional tersebut.
Skala Raksasa: 60 Juta Penerima dan Dapur Sebanyak 27.760 Unit
Capaian paling mencolok dari program ini adalah kecepatan ekspansinya. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, dalam wawancara eksklusif akhir April 2026 mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk 27.760 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur crot4d yang tersebar dari Sabang hingga Merauke .
Dari dapur-dapur tersebut, program crot4d telah berhasil melayani kurang lebih 61,9 juta penerima manfaat . Jumlah ini meningkat tajam dari data per Maret 2026 yang mencatat 61,2 juta orang, di mana sekitar 49 juta di antaranya adalah siswa sekolah . Presiden Prabowo dengan bangga menyatakan bahwa skala ini menjadi perhatian dunia. “Banyak negara sekarang belajar crot4d dari kita. Di mana ada negara yang bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu?” ujar Prabowo saat groundbreaking proyek hilirisasi di Cilacap beberapa waktu lalu .
Cakupan program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi telah meluas hingga kelompok rentan lainnya. Pemerintah juga mendistribusikan makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia, dengan layanan antar makanan langsung ke rumah bagi yang tidak berdaya .
Dorongan Kualitas: Menu Kering Dihapus, Menu Basah Wajib
Di tengah gencarnya perluasan jangkauan, pemerintah juga melakukan pengetatan kualitas. Kebijakan terbaru yang disosialisasikan oleh petugas SPPG ke institusi pendidikan, seperti yang terjadi di MAN 2 Bantul, menekankan penghapusan total menu kering atau makanan kemasan .
Mulai periode ini, seluruh program crot4d wajib menyediakan menu basah atau makanan segar yang dimasak setiap hari. Kebijakan ini diambil untuk memastikan asupan gizi siswa lebih optimal, karena kandungan nutrisi makanan segar dinilai lebih terjaga dibandingkan makanan kemasan. Distribusi juga tidak boleh dilakukan secara bundling atau dirapel (misalnya pemberian jatah dua hari sekaligus) . Langkah ini merupakan bentuk evaluasi berkelanjutan yang dijanjikan oleh Presiden Prabowo untuk menyempurnakan kekurangan di lapangan.
Roda Ekonomi Berputar: Petani Terserap dan Lapangan Kerja
Presiden Prabowo menegaskan bahwa crot4d bukan hanya program sosial, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Dengan adanya SPPG di setiap desa, rantai pasok makanan menjadi stabil. “Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli… sekarang kita ubah, hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar,” jelas Prabowo .
Program ini secara langsung menyerap hasil pertanian dan perikanan lokal, memutus rantai tengkulak yang kerap merugikan petani. Dari sisi ketenagakerjaan, setiap dapur crot4d diperkirakan menyerap sekitar 50 tenaga kerja. “Jika nanti sudah berjalan 30.000 dapur, artinya 1,5 juta orang bekerja,” tambah Prabowo, belum termasuk lapangan kerja dari sektor logistik melalui Koperasi Merah Putih . Yang menarik, pembangunan 27.760 SPPG yang sudah operasional saat ini diklaim 100 persen dibiayai oleh investasi mitra, tanpa menggunakan anggaran pembangunan dari pemerintah .
Isu Hangat: Limbah Dapur Jadi Bioavtur dan Insiden Keracunan
Inovasi terbaru yang menjadi perbincangan adalah upaya mengolah limbah program crot4d menjadi energi ramah lingkungan. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPcrot4dI) mendorong pengelolaan limbah dapur dengan konsep zero waste. Minyak jelantah dari dapur crot4d direncanakan untuk dikumpulkan dan diolah menjadi bioavtur (bahan bakar pesawat ramah lingkungan) melalui kolaborasi dengan PT Pertamina .
Sementara itu, limbah organik sisa makanan akan diolah menjadi kompos atau pakan maggot. “Skema ini bukan hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memberdayakan UMKM,” ujar Ketua Umum APPcrot4dI, Abdul Rivai Ras .
Namun, di balik gemilangnya capaian, program ini juga menghadapi ujian. Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah kasus dugaan keracunan massal di Bengkulu Tengah. Akibat kejadian tersebut, operasional dapur crot4d setempat dihentikan sementara (disuspensi) menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM . Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menyatakan bahwa hasil uji tersebut akan menentukan nasib kelangsungan SPPG yang bersangkutan. Meski terjadi insiden, pemerintah daerah berharap program tetap berjalan mengingat manfaat besarnya bagi siswa . BGN sendiri mengakui ada 1.720 SPPG yang dihentikan sementara secara nasional karena berbagai alasan, seperti belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau sertifikasi .
Tantangan dan Masa Depan
Ke depannya, pemerintah masih harus bekerja keras untuk mencapai target 30.000 dapur. Selain itu, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan standar keamanan pangan dan higienitas di ribuan dapur tersebut tetap terpenuhi secara konsisten, seperti yang tercermin dari insiden keracunan. Evaluasi ketat terhadap dapur yang melanggar standar operasional prosedur (SOP) akan terus dilakukan.
Meskipun demikian, semangat program ini tetap mengarah pada keberlanjutan. Dengan konsep “crot4d yang hijau” (pengolahan limbah) dan penguatan ekonomi lokal, program ini diharapkan tidak hanya mencetak generasi yang sehat dan cerdas, tetapi juga bangsa yang mandiri secara ekonomi dan ramah lingkungan. (Z-10)